Sejarah Mayasari

Awal mula perusahaan Kue Mayasari didirikan pada tahun 1998 dan setelah satu tahun berjalan, pada tahun 1999 pemilik memutuskan pabrik yang awalnya di Jakarta dipindahkan ke Bandung dengan kapasitas yang lebih besar sehingga dapat lebih terpantau. Pabrik dan toko pertama Mayasari di Jalan Kebon Kawung 16 B (depan Stasiun KA Kebon Kawung Bandung). Seiring berjalannya waktu, toko tersebut pun berkembang hingga Mayasari pada akhirnya menjadi sebuah bakery dengan produk yang lebih bervariasi dengan nama Mayasari Bakery dan berkat Rahmat-Nya bisa membeli toko di Jalan Kebon Kawung 22 B - D.​

Sejalan dengan perkembangan penjualan, kami memindahkan pabrik dan toko ke Jalan Kebon Kawung 22 B - D, juga membuka cabang-cabang toko di Bandung seperti toko-toko di jalan Kebon Kawung, Pasteur, BTC Mall, Bandara Husein, Abdulrachman Saleh, Stasiun Bandung, Bojong Raya, Surya Sumantri, Cimahi, Ujung Berung, Majalaya, Ciwastra, Soreang, Rancaekek, dan Kopo Bihbul. Di Jakarta memiliki cabang di Jln. Pasar Jumat (Lebak Bulus) dan Stasiun Palmerah.

Saat awal berdiri, para pemilik (Bapak dan Ibu Mulyadi Adi, Senjaya dan Maya, Pengky dan Heni) berdiskusi soal nama yang akan dipakai dan dipilih nama Mayasari. Mayasari diambil dari nama Maya, salah seorang pemilik yang juga istri dari Bapak Senjaya sebagai suatu wujud kasih dan perhatian yang dapat dikenang selalu. Menurut Bapak Senjaya, dari awal dia sudah minta sebagai persyaratan utama bahwa nama Maya akan dipakai sebagai nama toko dan perusahaan yang bergerak di bidang bakery ini. Dia ingin nama istrinya diabadikan dan dikenang. Menurutnya semua orang bisa memberi harta namun nama baik dan nama yang dikenang secara umum tidak semua orang mendapat kesempatan untuk mengekspresikannya. Harapan pemilik agar masyarakat juga dapat mengenang mayasari sebagai toko kue khas Bandung dengan produk berkualitas sehingga melekat di hati para konsumennya sepanjang masa.

Penambahan dan pembukaan gerai retail berkembang terus tahun demi tahun, sehingga sebagian produksi dipindahkan ke pabrik di daerah Sumber Sari tahun 2006. Ternyata kapasitas produksi tidak mencukupi permintaan pasar, sehingga Tuhan menggerakkan Pak Senjaya untuk membangun pabrik baru di Jl. Bojong Raya No.17 pada 3 Maret 2015. Pabrik seluas 2,300 meter persegi terintegrasi dengan mesin modern dan juga kualitas produk yang memenuhi standar kesehatan dan higienis sehingga mendapat izin MD dari BPOM Indonesia serta sertifikat Halal dari MUI.

​Inovasi yang dilakukan juga berkembang dengan membuat aneka macam produk pastry, cakes, tart sesuai keinginan, permintaan dan kebutuhan konsumen. Produk terus berkembang sehingga ditambah divisi baru selain oleh-oleh Bandung, juga mensuplai kebutuhan konsumen Bandung dengan adanya snack box untuk meeting, lapis legit, kue-kue nampan untuk pesta. Bahkan tart untuk ulang tahun & pernikahan. Pada Juni 2010 berlokasi di Jalan Pasteur dibuka gerai Mayasari dengan konsep lebih modern dan produk-produk unggulan yang lebih eksklusif karena kebutuhan konsumen yang berbeda dan dilengkapi kafe kecil untuk konsumen yang ingin beristirahat sejenak untuk “coffee break” sebelum melanjutkan perjalanan, ibu-ibu arisan atau tempat meeting sehingga bernama Meeting Point Cafe. Jenis makanan yang disajikan juga beragam dari sekedar makanan kecil sampai makanan utama pun tersedia dan tentunya dengan harga yang cukup terjangkau.